Pilih Sehat, Bukan Rokok

Pilih Sehat, Bukan Rokok

Spread the love

Oleh : dr. Gusti Adintya Putri

 

Sebut saja namanya Pak Toto, pria berusia 65 tahun yang dikenal oleh semua staf IGD. Ia merupakan pengunjung rutin IGD karena penyakit paru-paru yang dideritanya, membuatnya sering kali datang dengan keluhan sesak napas. Hampir setiap minggu ia datang untuk diberi terapi uap (nebulisasi). Terkadang, bisa lebih dari satu kali sehari. ‘Asma’ yang ia derita ini muncul beberapa tahun belakangan, bukan sejak kecil. Ia mengaku biasa merokok 1-2 bungkus sehari selama lebih dari 30 tahun.

Pak Toto bukan satu-satunya pasien langganan IGD dengan penyakit ’asma’ yang disebabkan oleh rokok. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) seringkali disebut orang awam sebagai asma karena gejalanya yang mirip. PPOK merupakan salah satu akibat jangka panjang yang cukup sering diderita oleh perokok.

Permasalahan rokok merupakan isu kesehatan masyarakat yang terbesar di dunia. Celakanya, 80 % perokok di dunia merupakan penduduk negara dengan pendapatan rendah dan sedang, dimana angka kematian dan kejadian penyakitnya paling tinggi.

Isu rokok merupakan hal yang kompleks, karena melibatkan kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Contohnya, pada masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah, rokok merupakan salah satu pelarian dari tekanan sosioekonomi yang didapatkan dari tempat kerja maupun masalah di keluarga.

Di sisi lain, penyakit akibat rokok menyebabkan produktivitas menurun. Tidak jarang perokok meninggal di usia muda akibat gangguan pernapasan, pembuluh darah, dan jantung. Ironisnya, korban tersebut adalah kepala keluarga sehingga tak ada lagi mata pencaharian di keluarga tersebut.

Sementara itu, di bangsal anak ada seorang anak P yang berusia 7 bulan. Ia dirawat karena batuk yang semakin parah hingga membuatnya tampak biru dan bernapas cepat. Ia pun membutuhkan oksigen dan terapi uap untuk mengurangi sesaknya.

Ayah P merupakan perokok. Walaupun tidak merokok di dalam rumah, ayahnya tidak mengganti baju setelah merokok. Saat menggendong, asap rokok yang menempel di baju ikut terhisap oleh anak P.

Menurut sebuah penelitian, satu dari tiga anak dengan infeksi paru tinggal dengan perokok. Mereka disebut perokok pasif. Asap rokok memiliki dampak serius, bahkan setelah rokoknya dimatikan sekalipun. Zat kimia yang menempel di kulit, pakaian, hingga perabotan rumah dapat terhirup oleh orang yang tidak merokok.

Kedua ilustrasi di atas merupakan pasien yang seringkali saya temui ketika internsip di RSUD Kota Depok. Penyakit yang diderita kedua pasien tersebut memiliki kesamaan penyebab, yakni asap rokok.

Setiap tahunnya tujuh juta manusia, kira-kira sejumlah penduduk kota Surabaya dan Pulau Madura, meninggal akibat rokok. Satu orang diantara tujuh orang tersebut meninggal bukan karena merokok langsung, namun menghisap asap orang yang merokok di sekitarnya.

Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) pada tanggal 31 Mei, GHI mengajak teman-teman untuk kembali melindungi orang terdekat dari bahaya rokok. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencanangkan aksi MPOWER untuk mengurangi penggunaan rokok dan akibatnya;

Monitor penggunaan tembakau dan kebijakan pencegahan

Proteksi orang-orang dari paparan tembakau dengan memastikan kawasan tanpa rokok di dalam ruang publik, kantor, dan transportasi umum.

Tawarkan (Offer) bantuan untuk berhenti merokok dengan cuma-cuma, mudah diakses, termasuk saran dari tenaga kesehatan dan call center bebas pulsa.

Waspadai bahaya tembakau dengan membuat kemasan polos, disamakan, dan atau gambar peringatan dampak rokok pada kesehatan pada setiap kemasan disertai kampanye efektif mengenai akibat merokok dan merokok pasif.

Tegakkan (Enforce) larangan promosi, iklan, dan sponsor rokok.

Naikkan (Raise) pajak produk tembakau dan buatlah lebih sulit dijangkau.

Kita harus mengingat bahwa perokok adalah korban. Oleh karena itu, jangan biarkan semakin banyak orang terjebak dalam lingkaran setan yang diakibatkan oleh rokok. Mari jadikan setiap hari sebagai hari tanpa tembakau.

 

Reference:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4586387/
  2. https://www.thoracic.org/patients/patient-resources/resources/second-hand-smoke.pdf
  3. http://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/tobacco
  4. http://www.who.int/campaigns/no-tobacco-day/2018/event/en/
  5. https://www.surgeongeneral.gov/library/reports/50-years-of-progress/consumer-guide.pdf

Leave a Reply

Close Menu