“MABUK, MEMANG KENAPA?”

Spread the love

Ketika kita menonton drama pertengkaran rumah tangga, tidak jarang kita melihat botol alkohol digenggam oleh sang suami. Gambar ini begitu melekat dalam imajinasi masyarakat karena merupakan pengetahuan umum bahwa konsumsi alkohol dapat memengaruhi emosi dan mengurangi kemampuan manusia untuk berpikir jernih. Setiap individu yang terpengaruh dampak penyalahgunaan zat akan memengaruhi keluarga dan lingkungan terdekat di mana mereka berada. Ketika kita zoom out maka kita kan melihat pola masyarakat yang juga terpengaruh dari unit-unit keluarga yang anggota keluarganya mengalami gangguan mental akibat kecanduan alkohol.  Sehingga penggunaan alkohol yang salah, secara luas dapat memengaruhi ekonomi dan sosial masyarakat.

Bagaimana alkohol bisa membawa dampak buruk? Sumber: greatist.com

Konsumsi yang merusak kesehatan mental

Untuk mengerti hubungan antara kesehatan mental dan penyalahgunaan zat, kita perlu mengerti terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan penyalahgunaan zat. Frase “Penyalahgunaan zat” memiliki beberapa definisi yang telah ditetapkan oleh berbagai lembaga internasional. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa penyalahgunaan zat berarti penggunaan yang berbahaya dari zat psikoaktif, termasuk di dalamnya alkohol dan obat-obatan terlarang. Kata berbahaya pun masih terlalu luas sehingga beberapa badan juga telah membuat spektrum tahapan dalam penggunaan zat psikoaktif. Health Officers Council of British Columbia di Kanada pada tahun 2005 membagi penggunaan zat psikoaktif ke dalam penggunaan yang menguntungkan, tidak bermasalah, bermasalah, dan terakhir kebergantungan kronis. Delapan tahun kemudian, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Edisi Kelima (DSM-V) juga membagi ke dalam beberapa angka yang ditentukan berdasarkan hasil diagnosis untuk menunjukan tingkat penggunaan zat psikoaktif. Beberapa contoh zat-zat psikoaktif antara lain: Alkohol, Amfetamin, Ganja, Kokain, dan Opioid.

Jadi, apakah yang digolongkan sebagai zat psikoaktif? Zat psikoaktif adalah zat yang jika masuk ke dalam tubuh seseorang, dapat memengaruhi proses mental orang tersebut. Dalam hubungannya dengan kesehatan mental seseorang, penyalahgunaannya dapat terjadi bersamaan dengan gangguan mental pada orang tersebut. Konsumsi yang salah dapat menyebabkan gangguan mental seseorang. Sebaliknya, seseorang yang mengalami gangguan mental, dapat menyalahgunakan alkohol maupun obat-obatan psikoaktif sebagai “pelarian” untuk mengatasi gejala penyakit mental yang mereka alami. Beberapa masalah kesehatan mental yang terjadi bersamaan dengan penyalagunaan zat psikoaktif misalnya depresi, gangguan kecemasan, skizofrenia, hingga gangguan kepribadian. DSM-V juga mendeskripsikan masalah-masalah klinis yang disebabkan penggunaan zat psikoaktif yang bermasalah, antara lain: kebergantungan (addiction), kegagalan dalam karir, toleransi yang meningkat, hingga withdrawal syndrome (atau yang dikenal dengan istilah sakau).

Minuman rekreasi / Social drink ?

 

Salah satu zat psikoaktif yang dikonsumsi dalam jumlah masal adalah alkohol. Alkohol sering di persepsi sebagai minuman pergaulan atau biasa untuk dikonsumsi. Sering terlewat, fakta bahwa alkohol dapat mempengaruhi kesehatan mental manusia. Pada tahun 2004, 2.5 juta orang meninggal karena penyebab yang berhubungan dengan alkohol. Jumlah yang signifikan bisa dikaitkan kepada luka yang disengaja maupun tidak disengaja, termasuk di dalamnya kekerasan dan bunuh diri. Efek yang merusak hanya terjadi bila ada konsumsi yang berlebihan oleh seseorang.

Relasi antara alkohol dan kesehatan mental seseorang sangat kompleks seperti yang telah dibahas sebelumnya di atas mengenai prinsip co-occurence. Faktor risiko sosial dan biologi dari penyalahgunaan alkohol dan kesehatan mental saling melingkupi, sehingga penyebab dan akibatnya saling terkait. Kedua masalah ini prevalens pada masyarakat yang memiliki trauma, tingkat pendidikan rendah, dan masyarakat dengan ekonomi kelas bawah. Dengan kondisi sosial atau kondisi mental yang buruk, alkohol bisa menjadi cara bagi masyarakat untuk hiburan sesaat dan alat untuk bertahan yang kemudian menjadi ketergantungan.

7._alcohol_consumption_and_health_outcomes.jpg

Pengaruh alkohol dalam berbagai aspek, tidak sekedar social drink. Sumber: gov.uk

Going Forward to Global Health

Ternyata, penggunaan zat psikoaktif dan penyalahgunaannya termasuk di dalam salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals. Diketahui sebagai salah satu beban kesehatan publik, konsumsi zat-zat ini harus terus diawasi. Salah satunya alkohol yang dikonsumsi 6.3L per orang di seluruh dunia pada tahun 2015 (dengan variasi di berbagai negara).  WHO sendiri menurut dokumennya, Global Strategy to reduce the harmful use of alcohol, menyarankan beberapa intervensi nasional, seperti peningkatan kesadaran masyarakat, evaluasi penjualan alcohol, dan peningkatan fungsi pengawasan.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Peraturan pembatasan penjualan alkohol telah dicantumkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang perubahan kedua atas Permendag Nomor 20/M-DAG/4/2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol yang mengatakan bahwa perederan minuman berkadar alkohol dibawah lima persen dilarang. Namun, pada kenyataannya penjualan alkohol untuk remaja di bawah umur masih marak. Data dari WHO pada tahun 2014 menunjukan bahwa gangguan konsumsi alkohol dan penggunan alkohol yang berbahaya mencapai 1.3% dari populasi atau 3 juta orang Indonesia. Diperlukan kerjasama antara pemerintah, NGO, dan seluruh lapisan masyarakat untuk memperketat pengawasan dan mengurangi beban penggunaan yang salah dari alkohol maupun zat psikoaktif lain.

Daftar Pustaka

1. http://www.cfdp.ca/bchoc.pdf

2. https://www.samhsa.gov/disorders/substance-use

3. https://www.drugabuse.gov/publications/drugfacts/comorbidity-addiction-other-mental-disorders

4. http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/44395/1/9789241599931_eng.pdf?ua=1&ua=1

5. http://www.medscape.com/viewarticle/853128_2

6. http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/44395/1/9789241599931_eng.pdf?ua=1&ua=1

7. http://www.voaindonesia.com/a/pemerintah-pastikan-pelanggaran-peredaran-minuman-keras-baru-bersifat-wacana/2728422.html

8. http://www.who.int/substance_abuse/publications/global_alcohol_report/msb_gsr_2014_2.pdf?ua=1

Leave a Reply

Close Menu