Memperkenalkan Kesehatan Jiwa

Memperkenalkan Kesehatan Jiwa

Spread the love

Isu kesehatan jiwa merupakan salah satu target yang tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDGs), namun sering terabaikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat setidaknya satu dari empat orang di dunia pernah mengalami masalah kejiwaan sepanjang hidupnya. Saat ini setidaknya ada satu dari sepuluh  orang di antara kita sedang mengalami masalah kejiwaan. Namun sayangnya, sembilan dari sepuluh orang dengan masalah kejiwaan tersebut tidak menerima pengobatan, atau bahkan tidak terdiagnosis.

Masyarakat umumnya menyamaratakan orang-orang yang memiliki masalah kejiwaan dengan orang gila. Padahal, dari sudut pandang medis sendiri gangguan kejiwaan secara garis besar dibagi menjadi dua; yang pertama adalah gangguan psikotik, yaitu gangguan pola pikir sehingga penderita dapat berhalusinasi, seperti melihat dan mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada ataupun memiliki keyakinan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Contohnya orang yang merasa bertemu makhluk planet lain yang memperingatkan bumi akan diserang, padahal sesungguhnya tidak ada makhluk yang dimaksud. Sementara pada penderita nonpsikotik, penderita tidak mengalami gangguan seperti di atas. Depresi dan gangguan kecemasan merupakan salah satu contoh gangguan jiwa nonpsikotik yang paling umum di masyarakat. Jika tidak ditangani dengan tepat, depresi dapat berujung dengan bunuh diri. Sepanjang tahun 2012 misalnya, WHO mencatat 800.000 orang meninggal di seluruh dunia karena bunuh diri.  Hal ini sekaligus menjadikan bunuh diri sebagai pembunuh nomor dua untuk individu usia 15-29 tahun, setelah kecelakaan lalu lintas.

Selain mengakibatkan kematian, masalah kejiwaan juga menjadi beban ekonomi yang berat di seluruh dunia. Contohnya dari sisi produktivitas, pekerja dengan gangguan somatisasi, yakni masalah psikologis yang kemudian dirasakan menjadi keluhan fisik, dapat membuatnya tidak masuk kantor. Penelitian menunjukkan bahwa jika seluruh kejadian ini diakumulasi, setiap tahunnya terdapat 50 juta tahun waktu kerja yang hilang karena masalah kejiwaan. Dari sisi biaya, jika tidak diselesaikan dalam 20 ke depan masalah kejiwaan dapat merugikan dunia hingga 16 triliun dolar Amerika. Namun, biaya yang dikeluarkan untuk menanggulangi isu kesehatan jiwa ini jauh lebih sedikit dibandingkan masalah kesehatan lainnya.

Masalah kesehatan jiwa di Indonesia sendiri, pemahaman masyarakat luas tentang kesehatan jiwa masih terbatas. Masyarakat dengan gangguan jiwa masih mendapatkan stigma dan dikucilkan dari masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya angka pemasungan di Indonesia. Riset Kesehatan Dasar oleh Kemenkes pada tahun 2013 menunjukkan bahwa 14,3 persen penderita gangguan jiwa berat pernah di pasung di masyarakat. Hal ini kemudian mendorong diluncurkannya program Indonesia Bebas Pasung, yang baru-baru ini diperpanjang hingga tahun 2019.

Kopdar Bandung #1_170312_0004.jpg

Kopdar GHI di Bandung, 18 Februari 2017

Dari berbagai cara untuk menuntaskan masalah kesehatan jiwa, banyak diantaranya bermula dari individu dengan menghilangkan stigma terhadap penderita gangguan jiwa. Salah satu program untuk membebaskan stigma yang disampaikan oleh dr. Elly Marliyani., SpKJ., M.KM pada Kopdar GHI 18 Februari 2017 lalu adalah Kampung Walagri WOW KREN (Wadah Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ Wujudkan Kreativitas dan Harapan). Program ini berbasis pemulihan, bertujuan mengantarkan ODGJ hingga mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan, atau mengganti pekerjaan yang hilang karena gangguan jiwa. Pada intinya, menurut dr. Elly, penyelesaian untuk masalah kesehatan jiwa bukan hanya preventif dan promotif, melainkan rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi dan produktivitas penderita yang terganggu karena masalah kejiwaan.

Download Pembahasan dan take home messages Kopdar GHI 18 Februari 2017.

Referensi:

  1. Mental health and wellbeing in the Sustainable Development Goals. Izutsu, Takashi et al. The Lancet Psychiatry, Volume 2, Issue 12 , 1052 – 1054
  2. World Health Statistics 2016: Annex A Suicide
  3. WHO Mental Health Action Plan
  4. https://www.odi.org/publications/10423-mental-health-funding-and-sdgs-what-now-and-who-pays
  5. https://www.odi.org/publications/10424-10-things-know-about-mental-health
  6. http://inovasi.lan.go.id/uploads/download/1472810970_INDONESIA-BEBAS-PASUNG-2017—Pemodelan-Inovasi-Pemerintah-Daerah-menuju-bebas-pasung.pdf
  7. http://www.antaranews.com/berita/608235/mensos-indonesia-bebas-pasung-pada-2019

Leave a Reply

Close Menu