Hari Kesehatan Dunia 2018: #HealthforAll

Spread the love

Oleh: dr. Fauzan Illavi

Hari Kesehatan Dunia merupakan peringatan hari jadi organisasi kesehatan dunia di bawah bendera PBB, World Health Organization (WHO). Pada 7 April 2018, hari jadi WHO ke-70 mengangkat tema Universal Health Coverage (UHC). UHC merupakan salah satu fokus dari poin SDGs di bidang kesehatan. Apakah kamu sudah mengetahui apa itu UHC?

Tagar  #HealthforAll dipromosikan WHO untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia tentang pentingnya UHC. Slogan ini menggambarkan uatu kondisi di mana semua orang dan komunitas dapat mengakses layanan kesehatan baik secara promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif sesuai kebutuhannya masing-masing tanpa terhalang masalah kesulitan finansial.  Lalu, apakah Indonesia sudah menerapkan UHC?

Istilah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) pastinya telah sering didengar oleh masyarakat luas. BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bagian dari JKN yang ditandai dengan kepemilikan Kartu Indonsesia Sehat (KIS). Ini merupakan wujud dari UHC yang diterapkan di Indonesia.

Pemerintah Indonesia berusaha agar UHC bisa diterapkan di bumi pertiwi dengan memberikan KIS secara cuma-cuma kepada mereka yang secara ekonomi tidak mampu membayar premi BPJS kesehatan atau yang dikenal sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI). Dengan kartu KIS ini, mereka berhak menggunakan hak terhadap akses layanan kesehatannya secara gratis tanpa harus membayar sepeser rupiah pun. Sementara bagi masyarakat Indonesia yang mampu, mereka diwajibkan membayar premi BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut situs BPJS Kesehatan, per 1 April 2018, sudah 195.170.283 warga negara Indonesia yang terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan yang berarti baru sekitar 75% warga negara Indonesia yang terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan dengan estimasi penduduk 260 juta orang (Badan Pusat Statistik, 2017). Kalau kamu? Sudah punya KIS dan terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan belum?

Jaminan kesehatan telah menjadi suatu kebutuhan primer di era modern ini. Sebagai seorang dokter, saya telah menyaksikan pergeseran risiko usia penyakit kardiovaskuler seperti stroke dan penyakit jantung koroner, yang dulu terjadi pada usia 40 tahun ke atas kini umum terjadi pada usia dewasa muda dan tak jarang berujung kematian. Jaminan kesehatan memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga kita tidak perlu pusing lagi memikirkan masalah biaya jika terkena musibah. Masih maukah Anda hidup tanpa jaminan kesehatan?

Untuk membantu pemerintah memberikan premi gratis kepada mereka yang tidak mampu, ada satu prinsip dari BPJS Kesehatan yang harus dimengerti oleh orang Indonesia, yaitu prinsip Gotong Royong. Menurut perhitungan risiko, iuran minimal yang dibayarkan untuk menjamin satu orang adalah 53.000 rupiah per bulan. Sementara, hingga saat ini komposisi BPJS terbanyak adalah peserta PBI (52%), yang menjadi beban APBN. Disinilah realisasi gotong royong berupa subsidi silang antara peserta yang membayar premi dan PBI.  Uang premi yang dibayarkan akan menutup biaya pelayanan kesehatan kepada mereka yang tidak membayar dan membayar dibawah 53.000 rupiah.

Selain itu, ada satu hal yang perlu ditanamkan kepada masyarakat Indonesia: Syukuri nikmat sehat yang dimiliki, janganlah Anda berharap untuk memakai KIS Anda. Jika Anda sehat, niatkan saja membantu orang sambil menjaga diri sendiri. Jika Anda tidak pernah sakit, berarti Anda bisa membantu mereka yang membutuhkan secara lebih maksimal karena tidak pernah memakai jatah indah. Indah bukan? Membantu orang lain sambil melindungi diri sendiri?

Jadi, untuk berpartisipasi dalam kampanye #WorldHealthDay ini cukuplah mudah. Bagi yang masih bingung mau melakukan apa, sebarkan kebingungan Anda dengan membagikan artikel ini ke teman-teman Anda. Bagi yang masih belum menjadi anggota BPJS Kesehatan, tinggal berangkat ke kantor BPJS Kesehatan setempat untuk membuat KIS Anda dan membayar premi setiap bulan secara teratur. Bagi yang yang sudah memiliki KIS, tetaplah jaga kesehatan Anda, bayar premi setiap bulan secara teratur, dan ajak teman-teman untuk menyukseskan UHC di Indonesia karena #HealthforAll bukan untuk yang mampu membayar premi saja. Universal health coverage: everyone, everywhere.

Sumber:

http://www.who.int/campaigns/world-health-day/2018/campaign-essentials/en/

https://www.bpjs-kesehatan.go.id

 https://www.bps.go.id/

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/05/26/separuh-peserta-bpjs-kesehatan-dibiayai-abpn

https://ekonomi.kompas.com/read/2017/08/15/152501626/kenapa-bpjs-kesehatan-selalu-defisit-

 

 

Leave a Reply

Close Menu