Hari Bumi: Mengelola Sampah di Sekitar Kita

Spread the love

Oleh : dr. Dita Ayu Larasati

Indonesia memproduksi 65 juta ton sampai setiap harinya. Dikutip dari tempo.co, Sekretaris Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Ade Palguna mengatakan Provinsi DKI Jakarta menghasilkan sampah mencapai 70 ribu ton setiap harinya. Sebanyak 60 persen dari keseluruhan sampah yang ada merupakan sampah domestik atau rumah tangga. Dapat kita bayangkan bagaimana jika kita tidak bisa mengelola sampah dengan baik.

Dari segi kesehatan, tentunya sampah dapat menjadi sumber dari berbagai penyakit. Sampah yang membusuk; maupun kaleng, botol, plastik; merupakan sarang patogen dan vektor penyakit. Berbagai penyakit yang dapat muncul karena sampah yang tidak dikelola antara lain adalah, diare, disentri, cacingan, malaria, kaki gajah (elephantiasis) dan demam berdarah. Penyakit-penyakit ini merupakan ancaman bagi manusia, yang dapat menimbulkan kematian.

   Di Jepang, Gerakan masyarakat peduli lingkungan atau disebut “chonaikai”, dimulai sejak tahun 1970-an. Gerakan tersebut menganut tema 3R atau Reduce, Reuse, and Recycle (mengurangi pembuangan sampah, menggunakan kembali, dan daur ulang). Gerakan tersebut terus berkembang, didukung oleh seluruh lapisan masyarakat di Jepang. Rahasia sukses mereka yaitu pertama, hampir semua masyarakat jepang paham mengenai pentingnya pengelolaan sampah daur ulang. Kedua, munculnya tekanan sosial dari masyarakat Jepang apabila tidak membuang sampah pada tempatnya. Dan yang terakhir, program edukasi yang masif dan progresif dilakukan sejak dini.

    Tak kalah dengan Jepang, di beberapa tempat di Indonesia pun saudah memiliki system pengelolaan sampah yang baik. Kampung Banjarsari, Jakarta Selatan, telah melakukan kegiatan mengurangi, memanfaatkan kembali, mendaur ulang sampah, pengomposan organik serta penghijauan. Keberhasilan Kegiatan pengomposan dan daur ulang sampah anorganik yang dilakukan mampu menurunkan volume sampah yang dibuang ke TPA hingga 50%.

    Pengelolaan sampah di kawasan perumahan Mustika Tigaraksa, Tangerang, Banten, dilaksanakan oleh LSM Bina Ekonomi Sosial Terpadu (BEST), telah melakukan kegiatan pemilahan, mendaur ulang sampah, pengomposan organik yang berada di TPS. Keberhasilan kegiatan ini mampu menurunkan volume sampah yang dibuang ke TPA hingga 54%.

    Kebun Karinda, sebuah workshop di kawasan Lebak Bulus, mengembangkan teknologi pengomposan untuk masyarakat di Jakarta dan sekitarnya.egiatan-kegiatanya seperti pelatihan pengelolaan sampah dan penghijauan, pengomposan sampah rumah tangga, pembibitan tanaman pelindung, tanaman hias dan tanaman obat. Keberhasilan Kegiatan pengomposan yang dilakukan mampu memproduksi kompos sebesar 4 ton/tahun dan mengurangi volume sampah rumah tangga 30-40%.

    Tidak hanya di tataan masyarakat, di SMA Negeri 13 Jakarta Utara terdapat kegiatan Green School,yang melakukan 3R yaitu dengan memanfaatkan kembali sampah-sampah non organik menjadi barangbarang yang bernilai ekonomis dan mengolah sampah organik menjadi kompos. Keberhasilan Kegiatan Aktivis siswa mulai membawa gunting di sekolah sehingga pada jam istirahat dapat digunakan membantu kawan-kawannya membuka bungkus makanan agar layak direuse, meluasnya partisipasi warga sekolah (guru dan siswa) dalam menyumbang sampah plastik dari rumahnya masing-masing, dihasilkan 1 bh karya tulis ilmiah hasil riset plastik dan berbagai benda hasil reuse plastik yang inovatif, seperti: karpet, sajadah modifikasi, tas resleting, dll.

        Dalam memperingati hari bumi, GHI mengajak teman-teman untuk berkontribusi dalam misi pelestarian bumi kita. Salah satunya yaitu dengan cara mengelola sampah secara bijak dan benar. Pengelolaan sampah yang baik dapat mengurangi dampak negatif yang dapat timbul di lingkungan kita. Pemanfaatan dan daur ulang sampah menjadi salah satu solusi yang dapat kita lakukan sejak sekarang. Tubuh yang sehat berawal dari lingkungan yang sehat pula, bukan?

 

Referensi:

Aries, M., & Sudiaman, M. (2017, maret). Setiap Hari Indonesia Produksi Sampah 65 Juta Ton. Retrieved april 2018, from Republika: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/03/15/omv2sg319-setiap-hari-indonesia-produksi-sampah-65-juta-ton

Herdiawan, J. (n.d.). Rahasia Sukses Pengolahan Sampah di Jepang. Retrieved April 2018, from Olah Sampah: http://www.olahsampah.com/index.php/manajemen-sampah/39-rahasia-sukses-pengolahan-sampah-di-jepang

Rahma, A., & Widyastuti, R. Y. (2018, Januari). KLHK: Jakarta Produksi 70 Ribu Ton Sampah per Hari. Retrieved April 2018, from Tempo: https://bisnis.tempo.co/read/1052480/klhk-jakarta-produksi-70-ribu-ton-sampah-per-hari

Tanjung, A. (n.d.). WASTE MANAGEMENT PROGRAM IN INDONESIA (Reduce, Reuse, Recycle Program).

Tobing, I. S. (2005). DAMPAK SAMPAH TERHADAP KESEHATAN LINGKUNGAN DAN MANUSIA. Jakarta.

 

Leave a Reply

Close Menu