February Greetings

Spread the love

Februari selalu menonjolkan taringnya sebagai bulan kasih sayang dengan perayaan terkenalnya, yaitu Hari Valentine. Globular HI juga ingin berterima kasih atas antusiasme dan apresiasi yang teman-teman sampaikan dan lakukan melalui open recruitment kami di bulan ini. Terima kasih telah menunjukkan optimisme mengenai visi Globular HI dan mendaftarkan diri menjadi pengurus. Kami sedang memproses semua berkas yang masuk dan ngobrol-ngobrol dengan pendaftar. Mudah-mudahan, tanggal 25 Februari nanti keputusannya sudah final.

Kilas balik bulan ini, mulai dari insiden Kartu Kuning Jokowi hingga status KLB di Asmat sudah dicabut, Globular HI juga bersyukur pemerintah dan masyarakat sama-sama aktif mengkritisi dan memperbaiki, jalan panjang menuju Indonesia Sehat akan terus berjalan. Perubahan tidak selalu revolusioner, apalagi kesehatan adalah hal yang melibatkan banyak sektor dan disiplin ilmu, perubahan di masyarakat biasanya terjadi secara evolusioner.

Satu hal yang perlu kita sadari dan kita pikirkan bersama, sebenarnya “sumber daya” Indonesia ada ya untuk pergi ke Papua sana dan “menyembuhkan” Asmat?

Apa yang membuat kasus KLB Asmat ini, berbeda dengan masalah kesehatan yang sudah puluhan tahun berada di sana? Dari segi kebijakan hingga tindakan yang diambil, respons masyarakat pun sangat berbeda. Hanya satu perbedaan: urgensi.

Ada urgensi dan ketakutan mengenai kematian yang dekat, waktu merupakan faktor yang berperan penting di sini. Contoh lainnya, KLB difteri. Siapa yang tidak takut anaknya tertular difteri? Berbeda dengan tuberkulosis yang rasanya “familiar” berada di sekitar kita. Jika kita lihat statistiknya, tentu jumlah kematian akibat tuberkulosis jauh lebih besar dibanding difteri. Faktor urgensi.

Pelajaran penting mengenai insiden di Februari ini adalah bagaimana kita bisa melihat di luar batas urgensi, bagaimana kita tidak berfokus di mencegah kematian, tapi mencegah sakit sejak dari hulu. Mari kita lihat datanya, angka-angka tersebut juga bernilai sama dengan orang sakit yang kita lihat di media sosial, di website untuk donasi sosial, pengemis di lampu merah.

Selain tetap kritis dan peduli pada kebijakan-kebijakan politik yang diambil pemerintah, mari kita bangun empati dimulai di bulan kasih sayang ini, dengan belajar mengasihi mereka juga yang walaupun fisiknya tidak terdokumentasikan, tidak bisa kita lihat, dengar, atau rasakan penderitaannya.

Mereka ada di sana. Kita bisa membantu.

Sekali lagi terima kasih sudah mendaftar menjadi anggota Globular HI, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik untuk membantu membangun kesehatan Indonesia!

Salam,

Ivan Meidika Kurnia

Founder & Director Globular HI

Leave a Reply

Close Menu