Dukungan Keluarga Sebagai Tatalaksana Diabetes Mellitus: Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Spread the love

Oleh: dr. Fauzan Illavi

World Diabetes Day (WDD), yang diinisiasi oleh World Health Organtization (WHO) dan  kampanye International Diabetes Federation (IDF), telah diperingati sejak tahun 1991 setiap tanggal 14 November dalam meningkatkan kesadaran terhadap bahaya penyakit diabetes mellitus (DM) di seluruh belahan dunia. Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 juga menunjukkan jika 9% dari penderita DM tidak rutin berobat karena berbagai macam alasan. Terkait dengan pengobatan DM ini, edukasi memegang peranan penting, bukan hanya ke para penderita DM (diabetisi) namun juga ke keluarga.

Tahun ini IDF mengangkat tema Family and Diabetes untuk mempromosikan pentingnya peran keluarga dalam tatalaksana DM.  Seberapa pentingkah peran keluarga diabetisi dalam penatalaksanaan DM? Studi membuktikan jika ikatan keluarga yang kuat membantu kepatuhan diabetisi dalam berobat. Hal ini didukung oleh Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) dengan merekomendasikan pemberian edukasi tentang pengobatan DM selain ke diabetisi juga ke keluarganya untuk meningkatkan kepatuhan berobat.  Sebagai keluarga diabetisi, dukungan apa yang bisa teman-teman lakukan terkait penanganan DM terhadap anggota keluarganya yang menderita penyakit ini?

Belajar tentang Obat dan Komplikasi Diabetes Mellitus

Selain diabetisi, banyak literatur yang menyarankan jika keluarga diabetisi wajib mengetahui beberapa hal penting tentang penyakit ini. Salah satunya adalah pengenalan dan penanganan awal gejala komplikasi DM yang bersifat akut atau mendadak, contohnya keadaan hipoglikemia di mana kadar gula darah terlalu rendah. Gejalanya mulai dari keringat dingin, dada berdebar, lemas, bahkan sampai tidak sadar. Hal ini terutama muncul pada diabetisi yang mendapat pengobatan obat anti diabetes (OAD), terutama insulin. Keluarga disarankan mengenali gejala-gejala hipoglikemia ini karena merupakan kondisi yang mengancam jiwa agar tatalaksana awal dapat segera diberikan dan kondisi yang berbahaya bisa dihindari.

Menemani Kontrol Rutin ke Fasilitas Kesehatan

Dengan banyaknya informasi yang diberikan oleh dokter mengenai pengobatan DM kepada seorang diabetisi, bantuan dari keluarga untuk mengingat dan memantau hasil konsultasi mutlak diperlukan pada penanganan penyakit kronis ini. Hal ini akan mencegah adanya misinterpretasi informasi advis dokter. Selain itu, informasi mengenai obat dan rencana terapi dapat diketahui oleh keluarga lebih lanjut sehingga keluarga juga bisa memantau terapi yang diberikan secara tepat. Pada penyakit kronis seperti DM, obat umumnya diberikan seumur hidup dan membutuhkan penyesuaian dosis. Dosis ini lah yang jarang diingat diabetisi sehingga menyulitkan tenaga kesehatan untuk menyesuaikan dosis terapi. Di sinilah peran keluarga dalam mengingatkan frekuensi dan dosis terapi, seringkali juga mengingatkan waktu jam minum obat diabetisi, terlebih jika diabetisi sering lupa.

Modifikasi Gaya Hidup melalui Pola Makan, Peningkatan Aktivitas Fisik, dan Penerapan GULOH SISAR

Terapi nutrisi dan aktivitas fisik yang cukup merupakan pilar terapi DM yang sangat penting. Sebagai anggota keluarga diabetisi, jadwal, jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi harus dijadikan perhatian khusus. Fungsi keluarga dalam mengingatkan makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan  oleh penderita terbukti membantu pengendalian kasus DM. Aktivitas fisik yang disarankan pada diabetisi adalah 3-5 kali perminggu dengan durasi selama 30-45 menit dengan latihan jasmani bersifat aerobik dengan intensitas sedang. Selain itu, petunjuk hidup sehat bagi diabetisi wajib diketahui oleh anggota keluarga diabetisi. Petunjuk ini telah dirangkum dalam suatu jembatan keledai yang dikenal dengan GULOH SISAR yang merupakan kepanjangan dari Gula – Uric acid (asam urat) – Lipid (profil lemak dan kolesterol) – Obesitas – Hipertensi – Sigaret atau rokok –Inaktivitas – Stres – Alkohol – Regular check up. Gula berarti mengontrol kadar gula melalui diet (tidak lebih dari 4 sendok makan gula perhari), Uric acid berarti menjaga kadar asam urat di bawah 5-6 mg/dL, Lipid yang berarti menjaga kadar profil lemak seperti total kolesterol, HDL kolesterol, LDL kolesterol, trigliserida dalam batas yang wajar, Obesitas berarti mencegah terjadinya obesitas dengan menjaga lingkar pinggang <90 cm bagi pria dan <80 cm bagi wanita, serta Hipertensi berarti mencegah terjadinya hipertensi dengan menjaga tekanan darah <140/80 mmHg. Sementara itu disarankan pasien untuk berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol serta mengontrol stres dan jumlah aktivitas fisik.

Nah, apakah teman-teman sudah memiliki gambaran apa yang seharusnya dilakukan oleh anggota keluarga diabetisi dalam pengendalian penyakit ini? GHI berharap jika penerapan hal-hal tersebut dapat diimplementasikan jika kita memiliki keluarga yang menderita DM. Jika keluarga diabetisi memiliki pengetahuan yang cukup, bukan tidak mungkin DM dapat dikontrol dengan baik dan komplikasinya dapat dicegah di kemudian hari. Dalam penanganan DM, janganlah biarkan diabetisi berjuang sendiri melawan penyakitnya. Salam sehat GHI ranger! #WorldDiabetesDay #diabetesconcernseveryfamily

 

Sumber

  1. Interational Diabetes Federation (IDF). 2018. World Diabetes Day. Diakses dari: https://www.idf.org/e-library/epidemiology-research/54-our-activities/455-world-diabetes-day-2018-19.html
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Riset Kesehatan Dasar 2018
  3. Miller, T. A., & DiMatteo, M. R. (2013). Importance of family/social support and impact on adherence to diabetic therapy. Diabetes, metabolic syndrome and obesity: targets and therapy6, 421. Diakses dari:https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3825688/pdf/dmso-6-421.pdf
  4. Centers for Disease Control and Preventin (CDC). 2016. Friends, Family, and Diabetes. Diakses dari: https://www.cdc.gov/features/diabetes-family-friends/index.html  
  5. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. 2015. Konsensus Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia
  6. Vann, Madeline P. 2013. Managing Diabetes: How Your Family Can Help? Diakses dari: https://www.everydayhealth.com/hs/type-2-diabetes/managing-diabetes-how-family-can-help/  
  7. Tjokroprawiro et al. 2016. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam: Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

Leave a Reply

Close Menu