Anggaran Kesehatan Indonesia Saat Ini: Apakah Cukup Membantu Dokter Membuat Bangsa ini Lebih Sehat?

Spread the love

oleh: dr. Fauzan Illavi

Dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo, sektor kesehatan menjadi salah satu agenda prioritas yang tertuang dalam Nawacita pada poin kelima melalui Program Indonesia Sehat. Hal ini memberikan harapan baru bagi kemajuan pelayanan kesehatan di Indonesia yang diklasifikasikan sebagai negara dengan anggaran. Apakah poin ini tergambar dalam kebijakan pemerintah secara nyata? Bagaimana perbandingannya dengan negara lain di dunia?

Salah satu cara paling mudah untuk melihat perhatian pemerintah terhadap sektor kesehatan adalah melalui anggaran dana yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)  untuk sektor ini. Menurut data yang secara resmi dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan, alokasi anggaran kesehatan tahun 2018 mencapai angka 111 Triliun rupiah atau setara dengan 5,04% dari total APBN yang berjumlah 2.220,7 Triliun Rupiah. Angka ini memang menunjukkan peningkatan setiap tahunnya terutama bila dibandingkan pada tahun 2013 yang hanya mencapai 36,6  Triliun rupiah yang merupakan 2,1 % dari total APBN tahun 2013. Apakah anggaran sebesar 5% ini cukup untuk menyukseskan program-program kesehatan di Indonesia?

Menurut amanat UU. No 36 tahun 2009 tentang kesehatan pada pasal 171, besar anggaran kesehatan pemerintah harus dialokasikan minimal sebesar 5% dari anggaran pendapatan dan belanja negara di luar gaji. Pemerintah Indonesia baru menerapkan amanat undang-undang ini pada tahun 2016. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) baru dimulai tahun 2014 dan telah mengalami defisit triliunan rupiah sampai sekarang. Indonesia jelas membutuhkan anggaran dana kesehatan lebih untuk menambal kerugian ini agar tujuan terciptanya Universal Health Coverage (UHC) tahun 2019 dapat tercapai dan program JKN dalam bentuk BPJS dapat terjaga eksistensinya di masa depan. Tambahan anggaran juga diperlukan menurut berbagai ahli kesehatan di Indonesia demi meningkatkan layanan kesehatan promotif-preventif yang masih belum memadai di Indonesia ini.   

Bloomberg, sebuah perusahaan multinasional dari Amerika Serikat, mempublikasikan peringkat negara dari segi efektivitas pelayanan kesehatan pada tahun 2014. Data yang diolah oleh Bloomberg didapat dari World Bank, International Monetary Fund, World Health Organization, Hong Kong Department of Health. Dari 51 negara yang diteliti, peringkat pertama diduduki oleh Singapura diikuti Hongkong dan Italia pada urutan kedua dan ketiga sedangkan Indonesia tidak  masuk 1 dari 51 negara yang diteliti. Negara tetangga kita, Malaysia, menduduki peringkat 16. Sementara itu, Amerika Serikat berada di peringkat 50 diikuti Rusia di peringkat paling bawah. Penilaian ini berdasarkan tiga aspek utama yaitu angka harapan hidup (60%), relative health expenditure (30%) yang merupakan total pengeluaran anggaran kesehatan dari anggaran belanja suatu negara, dan absolute health expenditure (10%) yang dilihat dari total jumlah pengeluaran anggaran kesehatan per kapita per tahun dalam US dollar. Parameter yang digunakan Bloomberg dalam penilaian sistem kesehatan di dunia ini banyak menimbulkan kontroversi karena hanya mencakup sebagian kecil indikator kesehatan serta kurangnya transparansi mengenai alasan mengapa indikator tersebut telah dipilih.

Besarnya anggaran yang dikeluarkan suatu negara untuk sektor kesehatan belum tentu menjamin kualitas yang baik pula terhadap pelayanan kesehatan di negara tersebut. Amerika Serikat, negara dengan pengeluaran terbesar untuk sektor kesehatan yang mencakup 17,86% dari total anggarannya, dinilai gagal oleh berbagai macam ahli kebijakan kesehatan di dunia dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang efektif bagi rakyatnya. Selain Bloomberg, The Commonwealth Fund, yang merupakan non-profit organization yang bergerak di bidang layanan kesehatan, juga menempatkan Amerika Serikat sebagai negara dengan sistem kesehatan terburuk di antara 11 negara maju yang diteliti. Survey yang dilakukan oleh The Commonwealth Fund dianggap lebih valid karena mencakup indikator yang lebih variatif dan mewakili berbagai macam aspek kesehatan seperti kualitas, efisiensi, akses dan kesetaraan dari suatu layanan kesehatan di sebuah negara. Data ini juga didukung data angka harapan hidup dan total pengeluaran anggaran kesehatan per kapita per tahun di negara tersebut. Amerika Serikat yang menghabiskan $8.508 per kapita penduduk per tahun untuk dana kesehatan, yang merupakan jumlah terbesar di antara 11 negara yang diteliti, justru berada di peringkat terbawah hampir di semua aspek yang diteliti. Hal ini disebabkan karena mahalnya biaya pengobatan di Amerika, sulitnya akses terhadap layanan kesehatan, dan buruknya gaya hidup yang banyak dilakukan oleh orang-orang di negeri Paman Sam ini.

Indonesia memang masih berkutat untuk memberikan layanan kesehatan yang prima bagi seluruh rakyatnya. Banyak negara maju yang anggaran kesehatannya melebihi angka 10% dari total APBN namun masih memiliki banyak masalah di sektor kesehatan. Bukankah seharusnya, Indonesia yang baru saja meningkatkan anggaran kesehatannya menjadi 5% dan masih menghadapi defisit program JKN yang jumlahnya triliunan rupiah, ditambah berbagai macam masalah kesehatan lainnya seperti stunting dan angka kematian ibu perlu menggelontorkan dana lebih demi terciptanya Indonesia yang lebih sehat?  

Sumber:

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/02/07/pemerintah-komitmen-alokasikan-5-anggaran-kesehatan

https://www.kemenkeu.go.id/apbn2018

http://www.depkes.go.id/resources/download/info-publik/Renstra-2015.pdf

http://www.depkes.go.id/article/print/16102500002/kerja-nyata-sehatkan-indonesia.html

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5857204/

http://largest-biggest.com/index.php/2017/05/15/bloomberg-most-efficient-health-care-systems-in-the-workd/

https://www.bloomberg.com/graphics/infographics/most-efficient-health-care-around-the-world.html

https://www.commonwealthfund.org/sites/default/files/documents/___media_files_publications_fund_report_2014_jun_1755_davis_mirror_mirror_2014.pdf

https://sireka.pom.go.id/requirement/UU-36-2009-Kesehatan.pdf

http://www.anggaran.depkeu.go.id/content/Publikasi/seminar%20bidang%20kesehatan/Seminar%20Kajian%20Kesehatan.pdf

Leave a Reply

Close Menu